5 Tips Belajar Fisika, Seru dan Cinta Mati !!

Oleh : Tiwi Yunita, S. Pd (pengajar Fisika, LBB Quantum Student)

1. Jika tak mengerti

Mintalah gurumu untuk mengulang materi dan konsep dasarnya. Keunikan fisika terletak pada konsep dasarnya secara baik dan benar. Rata-rata siswa tidak suka dengan fisika karena : tidak mengerti apa yang diajarkan, tidak hapal rumus, bingung rumus yang digunakan, guru yang killer dan waktu belajar yang kurang.

2. Jika terlalu banyak rumus yang dihapal

Selalu membawa buku saku fisika, gunakan pulpen warna atau stabillo untuk memberi warna pada catatanmu agar terlihat menarik dan mudah dibaca.

3. Jika bingung rumus yang digunakan

Gunakan imajinasimu dalam sketsa gambar untuk membantu menyelesaikan soal.

Biasakan dalam menjawab soal dengan menuliskan

Diketahui :

Ditanya :

Jawab : (Tuliskan rumus yang akan digunakan)

4. Jika waktu belajar kurang

Buatlah kelompok belajar bersama teman yang mahir Fisika, mintalah konsultasi belajar fisika kepada gurumu, carilah guru les untuk membantumu memahami konsep dasar fisika dan cara mudah menghapal rumus fisika.

5. Jika guru yang mengajar tak asik atau killer (pelit nilai)

Buatlah suasana diri santai/enjoy saat belajar agar kamu fokus pada materinya, pastikan tugas fisika dapat diselesaikan tepat waktu agar menjadi nilai tambahan, buatlah ringkasan materi yang telah diajarkan, buatlah keadaan “good relationship” dengan gurumu

5 kelebihan belajar online

Oleh : Adi Ayu, S. Pd. (Pengajar Biologi, Quantum Student)

  1. Murah
    Dengan bermodalkan paket data internet saja siswa atau siswi dapat mengakses materi pembelajaran yang mereka inginkan tanpa harus khawatir ketinggalan pelajaran apabila tidak hadir.
  2. Hemat
    Hemat disini bermaksudkan bahwa siswa atau siswi tidak usah membeli buku materi pembelajaran lagi karena semua materi sudah dapat dicari dengan mudah di internet.
  3. Tingkat pemahaman yang lebih baik
    Terkadang faktor penghambat dari kegiatan pembelajaran adalah cara penyampaian materi seorang pengajar yang cukup susah dipahami. Melalui pembelajaran onlime siswa dan siswi bisa mencari konten materi yang memiliki penyampaian yang mudah dipahami seperti melalui video dan gambar.
  4. Wawasan tidak terbatas
    Dengan melakukan belajar online siswa dan siswi akan selalu menemukan hal yang semula mereka tidak ketahui. Tidak seperti jika pembelajaran melalui tatap muka saja atau hanya dengan membaca buku. Siswa dan siswi akan mendapat wawasan yang lebih luas dan tidak terbatas.
  5. Mandiri
    Berbeda dengan pembelajaran tatap muka, melalui pembelajaran online siswa dan siswi berguru ke internet tanpa adanya campur tangan dari guru lagi. Sehingga siswa dan siswi dapat terbiasa mencari materi yang ia tahu tanpa harus selalu bertanya kepada guru yang ada dikelas.

11 Cara Belajar Simpel dan Mudah Diingat Saat Menjelang Ujian

Oleh : Tiwi Yunita, S. Pd. (Pengajar Fisika, Quantum Student)

1. Baca berulang-ulang hingga paham isi dari sebuah bacaan

2. Catat poin – poin penting pada materi dan beri warna – warna agar menarik

3. Buatlah potongan kertas dengan ukuran panjang x lebar = 15 cm x 10 cm. Setiap potongan kertas diberi catatan poin – poin penting yang ingin kalian ingat.

4. Perbanyak kertas yang telah terisi catatan tersebut. Pasang potongan kertas tersebut pada tempat yang sering kalian lihat.

5. Sebelum memulai pekerjaan apapun, sempatkan membaca catatan dan cobalah untuk menghapalnya

6. Berpikirlah bahwa hal yang dipelajari hari ini akan sangat berpengaruh pada ujian esok hari

7. Belajar kelompok. Diskusikan bersama teman – temanmu hal-hal yang kamu kurang mengerti.

8. Abaikan hal – hal yang menganggu. Misalkan kamu memiliki masalah diluar pelajaran maka abaikan dahulu. Fokus terhadap pelajaran atau ujian.

9. Jika kalian merasa bosan maka segarkan pikiran dahulu. Dengan cara berjalan kaki dihalaman rumah sambil menghirup udara segar.

10. Berdoa. Jangan lupa berdoa dan meminta restu kepada Tuhan, agar ujianmu berjalan baik dan lancar.

11. Keyakinan terhadap diri sendiri. Dorong dirimu sendiri agar lebih percaya diri menghadapi ujian.

Selamat mencoba gaeeessss…

TETAP KOMPETITIF DENGAN UJI KOMPETENSI BAHASA INGGRIS

Oleh : Tri Nurhayati, S. Pd. (Pemerhati pendidikan, pengajar Quantum Student)

Pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM) ke-38 pada 2006 telah menghasilkan Cetak Biru MEA 2015. Di dalamnya, terdapat empat pilar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang terdiri atas 1) Pasar dan basis produksi tunggal; 2) Kawasan ekonomi berdaya saing tinggi; 3) Kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata dan berkeadilan; serta 4) Kawasan yang terintegrasi dengan ekonomi global.

Pilar-pilar tersebut kemudian kembali disempurnakan pada 2015 melalui Cetak Biru 2025 yang mencakup 1) Ekonomi yang terpadu dan terintegrasi penuh; 2) ASEAN yang berdaya saing, inovatif, dan dinamis; 3) Peningkatan konektivitas dan kerja sama sektoral; 4) ASEAN yang tangguh, inklusif, serta berorientasi dan berpusat pada masyarakat; juga 5) ASEAN yang global. 

Sebagai sebuah kawasan pasar tunggal di region Asia Tenggara, MEA membuka kesempatan setiap masyarakat ASEAN untuk berkecimpung dalam pasar perdagangan regional. Melalui kerja sama antarindustri dengan negara lain, derajat ekonomi kawasan Asia Tenggara diharapkan bisa terangkat. Tentunya, fenomena ini jelas membawa banyak peluang positif.

Meskipun demikian, tetap ada risiko-risiko yang patut diantisipasi. Terbukanya pasar Asia Tenggara justru menuntut setiap masyarakat regional untuk siap bersaing. Saat ini, sumber daya manusia ASEAN membutuhkan bekal kompetensi untuk bisa bertahan dan berkompetisi dengan sehat.

Menanggapi iklim tersebut, Indonesia telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk bisa beradaptasi dengan iklim MEA. Dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 6 Tahun 2014 tentang Peningkatan Daya Saing Nasional, tercantum empat belas strategi pengembangan yang turut mencakup peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Banyak kompetensi yang dibutuhkan sebagai bekal persaingan di era MEA. Di luar etos kerja yang kuat dan keterampilan di setiap bidang, penguasaan bahasa Inggris sebagai lingua franca terpopuler bisa menjadi modal yang kuat. Selain memiliki manfaat komunikatif dalam lingkup MEA, penguasaan bahasa Inggris juga dapat menjadi nilai tambah dan meningkatkan mutu seseorang dalam persaingan kompetensi.4

Dalam hal peningkatan kompetensi bahasa Inggris, pendidikan memainkan peran yang sentral.5 Pemetaan kurikulum, kapasitas pengajar atau guru, dan semangat belajar siswa menjadi faktor penting untuk mencetak tenaga kerja Indonesia yang kompeten berbahasa Inggris. Tidak dapat dimungkiri, diperlukan sejumlah pelatihan dan sertifikasi untuk standardisasi bahasa Inggris masyarakat Indonesia.  

Bertolak dari urgensi tersebut, Grup Mentari menyediakan layanan ujian bahasa Inggris untuk siswa, guru, dan professional melalui unit layanannya, Mentari Assessment. Mentari Assessment merupakan pusat resmi untuk pengadaan ujian bahasa Inggris Cambridge English (Cambridge Assessment English).

Layanan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi readingwritinglistening, dan speaking bagi para siswa, guru, dan professional melalui ujian-ujian yang diselenggarakan. Dengan mengacu pada Common European Framework of Reference (CEFR), Cambridge Assessment English memetakan kemampuan bahasa Inggris seseorang ke dalam enam level, yaitu mulai dari level A1 untuk pemula hingga C2 untuk tingkat mahir.

Lebih dari 5 juta orang di 140 negara telah mengikuti Cambridge Assessment English. Bahkan, 20.000 universitas, perusahaan, pemerintahan, dan organisasi lainnya menggunakan sertifikat Cambridge English sebagai bukti atas kompetensi mereka dalam berbahasa Inggris. Layanan ini dapat membuka peluang para siswa untuk belajar bahasa Inggris dengan standar internasional.

Cambridge English juga turut menyediakan materi pembelajaran yang bisa mendukung proses ajar mengajar bagi para pengajar atau guru. Sementara bagi para profesional, layanan ini dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris yang sesuai dengan bidang yang digeluti masing-masing.

Memasuki lima tahun tercetusnya MEA, Grup Mentari percaya bahwa kemampuan berbahasa Inggris adalah salah satu kompetensi penting untuk dikuasai. Melalui Mentari Assessment, kecakapan berbahasa Inggris siswa, guru, dan profesional Indonesia dapat terus terasah sesuai standar yang diakui secara internasional. Dengan demikian, sumber daya manusia Indonesia tidak hanya unggul dalam hal kuantitas, tetapi juga kualitas.

KARAKTER YANG KUAT MENJADI MODAL PENDIDIKAN KITA

Oleh : Tri Nurhayati, S. Pd (Praktisi Pendidikan, Pengajar Fisika Quantum Student)

Pendidikan adalah hal yang sangat dianggap penting di dunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun Negara yang maju. Tetapi selain itu karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan pada karakter dari pribadi dari setiap orang.

Kedudukan karakter dalam perjalanan setiap manusia sangat penting sekali. Bahkan pembentukan karakter sejak dini akan sangat menentukan bagaimana seseorang dalam menjalani hidupnya. Siapapun dia, apapun profesinya, ketika memiliki karakter positif, tentu akan lebih baik dari pada yang tidak memiliki karakter. Maka dari itu, penanaman karakter positif ini sangat diperlukan sejak dini agar bisa menjadi modal mereka dalam mengarungi perjalanan hidup yang sangat berat.

Karakter yang kuat, berani dan tidak mudah menyerah akan sangat membantu siapapun dalam menjalani hidup. Karakter positif selalu bisa diterapkan dalam berbagai profesi, baik seorang pebisnis, pendidik, atau profesi lainnya. Seperti kita ketahui bersama bahwa yang sering menjadi masalah bangsa Indonesia ini adalah banyaknya manusia Indonesia yang tidak memiliki karakter positif sehingga dimanapun mereka berada akan selalu menimbulkan masalah dan bukan menjadi solusi dari sebuah masalah.

7 Tips Cepat Menghafal Pelajaran Untuk Ujian

Oleh: Salwa Shahab
Sumber: collegepond.com

Ketika kita akan menghadapi ujian di sekolah atau kuliah, biasanya berbagai catatan yang ada akan digunakan untuk menghafal kembali pelajaran yang telah diajarkan sebelumnya. Jika kita hanya duduk menghafal catatan tersebut, hal itu tidak cukup sebagai bekal untuk menghadapi ujian.
Agar materi pelajaran dapat dipahami dan “tersimpan” dalam memori di otak, diperlukan trik-trik tertentu agar Anda semakin siap menghadapi ujian dengan lancar dan sukses. Pastinya Anda ingin tahu kan apa saja triknya? Berikut ulasannya.

  1. Catatlah materi pelajaran dengan cara yang mudah dipahami
    Sumber: davidyoung.house.gov
    Anda yang mencatat materi pelajaran dan Anda pula yang akan membacanya kembali untuk kemudian dihafal sebagai persiapan ujian. Jadi, buatlah catatan Anda dengan sebaik mungkin untuk dapat dipahami dikemudian hari. Mencatat dengan metode mind mapping mungkin dapat menjadi salah satu alternatif bagi Anda.
  2. Simpan catatan Anda dalam satu tempat
    Sumber: indeks.rs
    Organisir catatan Anda dengan sebaik mungkin. Kumpulkan kertas atau buku catatan menjadi satu tempat, misalnya berdasarkan mata pelajaran yang sama agar memudahkan Anda untuk membacanya kembali. Ketika catatan Anda tertata rapi, tentunya Anda akan dapat lebih cepat dan mudah dalam menghafal materi pelajaran tersebut.
  3. Buatlah singkatan-singkatan kata untuk mempermudah menghafal
    Sumber: rightinfrontofme.files.wordpress.com
    Ketika Anda akan menghafal suatu kalimat yang panjang dan susah, lebih baik untuk membuat singkatan yang dapat memudahkan Anda dalam menghapal. Buatlah singkatan-singkatan tertentu sebagai kata kunci untuk dapat menghapal secara lebih efektif. Anda dapat membuat singkatan, sinonim atau hanya mengambil huruf depan dari setiap kata agar semakin mudah untuk menghapal.
    Contohnya adalah misalkan pengajar mengatakan “Putri Salju adalah gadis yang berhati mulia dan senang membantu orang lain”. Anda dapat membuat singkatan seperti ini : “Putri Salju => baik => suka menolong”.
  4. Setiap gagasan dapat dituliskan dengan warna yang berbeda
    Sumber: 1.bp.blogspot.com
    Anda dapat menulis satu gagasan dengan warna tertentu dan warna lainnya untuk gagasan yang berbeda.
    Contohnya adalah untuk menandai kata-kata yang penting, Anda beri warna biru. Untuk menandai rumus penting, Anda dapat menuliskan dengan warna merah, dan lain sebagainya.
  5. “Cicil” belajar
    Sumber: educenter.id
    Begadang semalaman sebelum ujian adalah cara belajar yang kurang efektif dan melelahkan. Namun, mungkin bagi beberapa orang rasanya sedikit malas untuk memulai belajar dari beberapa hari sebelum ujian.
    Cobalah untuk mencicilnya dengan membaca materi pelajaran dan catatan Anda dari beberapa hari sebelum ujian. Otak Anda akan semakin terpapar informasi dan Anda akan semakin paham dengan materi tersebut.
  6. Tulis ulang catatan Anda
    Sumber: madreshoy.com
    Bacalah catatan Anda, lalu tulis ulang catatan tersebut dikertas lain tanpa melihat catatan yang sudah ada. Anda tidak harus menulisnya sama persis setiap kata, tetapi tulis ulang informasi yang Anda ingat dari catatan tersebut.
    Setelah selesai mencatat ulang, bandingkan catatan baru tersebut dengan catatan lama Anda. Jika terdapat perbedaan yang banyak antara kedua catatan tersebut, Anda dapat menghafal lebih baik lagi agar pelajaran semakin melekat di otak.
  7. Buat tempat belajar yang nyaman
    Sumber: fthmb.tqn.com
    Aturlah meja belajar Anda sedemikian rupa, agar nyaman untuk belajar. Selain itu, suasana belajar juga menjadi hal penting. Misalkan, Anda dapat belajar sembari mendengarkan lagu kesukaan yang dapat membangkitkan semangat belajar. Intinya, jangan sampai konsentrasi belajar kita terganggu ya!

Disamping trik-trik yang dijelaskan di atas, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan Anda dengan istirahat dan makan yang cukup agar siap untuk menghadapi ujian. Jika trik-trik tersebut sudah Anda kuasai dengan konsentrasi dan optimisme yang tinggi, ujian sesulit apapun akan terasa mudah. Selamat mencoba!


Sumber Referensi
http://belajarpsikologi.com/tips-cara-belajar-efektif-untuk-menghadapi-ujian/ diakses pada tanggal 27 Januari 2017 pukul 11.55
http://id.wikihow.com/Menghafal-Catatan-untuk-Menghadapi-Ujian diakses pada tanggal 27 Januari 2017 pukul 12.00

7 Panduan Parenting dari Harvard University

Memiliki anak yang berkepribadian baik, sopan, pengertian, dan peduli merupakan impian setiap orang tua. Agar anak menjadi pribadi yang baik, diperlukan bimbingan orang tua dalam masa-masa awal kehidupan mereka.
Salah satu universitas tertua dan terbaik di dunia, Harvard University mengeluarkan panduan mendidik anak menjadi pribadi yang baik. Panduan dibuat berdasarkan hasil studi pengembangan manusia.

Berikut 7 panduan mendidik anak menjadi pribadi yang baik dari Harvard University

1. Habiskan waktu bersama

Habiskan waktu bersama dengan anak secara teratur. Di saat yang sama, cobalah kembangkan percakapan-percakapan yang bermakna dengan anak.

Menghabiskan waktu bersama secara teratur akan membuat anak belajar untuk peduli dan mencintai. Tunjukkan kasih sayang, perhatian yang tulus, kegiatan yang mendorong, dan memuji prestasi atau capaian anak.

Ajukan pula pertanyaan terbuka agar tercipta percakapan yang berarti. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat anak meniru dan menerapkannya saat bersama orang lain

2. Jadi teladan dan mentor

Anak akan menghargai apa yang diperintahkan kepada mereka, jika mereka melihat Anda melakukan hal yang sama. Jadi, perhatikan baik-baik cara Anda mempraktikan nilai-nilai seperti kejujuran dan kerendahan hati, agar anak mengikutinya.

Beri tahu anak ketika Anda membuat kesalahan dan bicarakan dengan mereka bagaimana memperbaikinya. Beri tahu mereka bahwa penting untuk memberi tahu orang yang dipercayai saat membutuhkan nasihat atau bantuan dan dorong mereka untuk selalu memperhatikan orang lain

3. Menjadi baik dan peduli

Sampaikan pada anak bahwa menjadi peduli dan baik adalah prioritas utama, bukan hanya di rumah, tapi juga di sekolah dan lingkungan sekitar. Minta bantuan guru di sekolah, untuk mengecek apakah anak sudah berperilaku demikian.

Arahkan anak untuk menyelesaikan masalah dengan memikirkan orang lain yang akan terpengaruh dengan tindakan mereka.

4. Berikan tanggung jawab

Berikan anak tanggung jawab seperti membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Ini akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk peduli pada rutinitas sehari-hari. Juga, ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada anak.
Terus beri motivasi untuk menjadikan rasa terima kasih kepada orang lain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

5. Buka pemahaman anak

Anak-anak biasanya peduli pada keluarga dan lingkup pertemanan yang lebih kecil. Untuk memperluas pemahaman mereka, cobalah untuk berbicara tentang orang lain dan berbagai tantangan yang dihadapi oleh orang-orang.
Diskusikan masalah dan berikan mereka ide, seperti cara yang dapat dilakukan untuk membantu dan memperbaiki masalah yang ada. Ajak-lah mereka untuk mendengarkan orang lain, terutama orang yang mungkin berbeda dari mereka, untuk menumbuhkan pemahaman dan kasih sayang.

6. Mengambil tindakan

Ketika dihadapkan pada suatu masalah, bantu anak dengan berbicara dan mengambil tindakan. Dorong mereka untuk bekerja dengan orang lain agar dapat menyelesaikan masalah.
Cobalah menerjemahkan minat anak untuk membuat mereka tertarik membantu. Misalnya, jika anak menyukai binatang, mereka dapat menjadi sukarelawan di tempat penampungan.

7. Menyelesaikan konflik

Dorong anak untuk mengidentifikasi perasaan mereka dan bantu mereka untuk mengontrol dan mengelolanya, seperti mengambil napas panjang untuk bisa berpikiran tenang. Bantu pula mereka untuk menyelesaikan konflik dengan tetap memahami perasaan mereka dan orang lain.

Sumber : Tim, CNN Indonesia | Kamis, 25/07/2019 09:52 WIB

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN 2020

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) merupakan tes masuk ke perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia. Keunggulan pelaksanaan UTBK oleh LTMPT adalah hasil tes diberikan secara individu. UTBK 2020 dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2018, 2019, dan 2020 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2018, 2019, dan 2020. UTBK merupakan syarat utama untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).

Sejak tahun 2019, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan menggunakan hasil UTBK saja atau hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN. Oleh karena itu, informasi mengenai UTBK menjadi bagian yang tidak terpisah dari SBMPTN.

Tujuan UTBK adalah :

  1. Memprediksi calon mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik dan tepat waktu.
  2. Memberi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mengikuti tes secara fleksibel dalam memilih waktu dan lokasi tes.

Ketentuan Umum

Persyaratan UTBK adalah sebagai berikut:

  1. Siswa SMA/MA/SMK Kelas XII pada tahun 2020 atau peserta didik Paket C tahun 2020.
  2. Lulusan SMA/MA/SMK/Sederajat tahun 2018 dan 2019 atau lulusan Paket C tahun 2018 dan 2019.
  3. Peserta mengikuti satu kali tes dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. UTBK kelompok Saintek mengikuti tes TPS dan TKA Saintek
    2. UTBK kelompok Soshum mengikuti tes TPS dan TKA Soshum
    3. UTBK kelompok Campuran (Saintek dan Soshum) mengikuti tes TPS, TKA Saintek, dan TKA Soshum
  4. Membayar biaya UTBK.

Tahapan mengikuti UTBK adalah sebagai berikut:

  1. Registrasi akun Siswa LTMPT menggunakan NISN, NPSN, dan Tanggal Lahir pada tanggal 17 Februari – 05 April 2020 di laman https://portal.ltmpt.ac.id.
  2. Melakukan login menggunakan username/email dan password ke laman https://portal.ltmpt.ac.id.
  3. Memilih menu Verifikasi dan Validasi Data Siswa untuk mengisi biodata, mengunggah pas foto berwarna terbaru, dan verifikasi biodata.
  4. Memilih menu Pendaftaran UTBK. Memilih jenis dan sesi ujian, serta lokasi Pusat UTBK PTN untuk mendapatkan slip pembayaran UTBK.
  5. Membayar di Bank Mandiri, BNI, atau BTN menggunakan slip pembayaran kecuali bagi pendaftar beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Pembayaran harus dilakukan paling lambat 1 x 24 jam.
  6. Melakukan login kembali ke laman, memilih menu Pendaftaran UTBK untuk mencetak kartu peserta UTBK.
  7. Mengikuti UTBK sesuai dengan hari, tanggal, sesi, dan lokasi Pusat UTBK PTN yang dipilih.

Tahapan mengikuti UTBK adalah sebagai berikut:

  1. Registrasi akun Siswa LTMPT menggunakan NISN, NPSN, dan Tanggal Lahir pada tanggal 17 Februari – 05 April 2020 di laman https://portal.ltmpt.ac.id.
  2. Melakukan login menggunakan username/email dan password ke laman https://portal.ltmpt.ac.id.
  3. Memilih menu Verifikasi dan Validasi Data Siswa untuk mengisi biodata, mengunggah pas foto berwarna terbaru, dan verifikasi biodata.
  4. Memilih menu Pendaftaran UTBK. Memilih jenis dan sesi ujian, serta lokasi Pusat UTBK PTN untuk mendapatkan slip pembayaran UTBK.
  5. Membayar di Bank Mandiri, BNI, atau BTN menggunakan slip pembayaran kecuali bagi pendaftar beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Pembayaran harus dilakukan paling lambat 1 x 24 jam.
  6. Melakukan login kembali ke laman, memilih menu Pendaftaran UTBK untuk mencetak kartu peserta UTBK.
  7. Mengikuti UTBK sesuai dengan hari, tanggal, sesi, dan lokasi Pusat UTBK PTN yang dipilih.

Kelompok ujian pada UTBK dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok sebagai berikut

  1. Kelompok Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) dengan materi ujian TPS dan TKA Saintek (Matematika Saintek, Fisika, Kimia, dan Biologi);
  2. Kelompok Ujian Sosial dan Humaniora (Soshum) dengan materi ujian TPS dan TKA Soshum (Matematika, Soshum, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi);
  3. Kelompok Ujian Campuran (Saintek dan Soshum) dengan materi ujian TPS, TKA Saintek, dan TKA Soshum.

Ketentuan mengenai biaya UTBK adalah sebagai berikut :

  1. Biaya yang ditanggung oleh peserta adalah sebesar :
    1. Rp 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) untuk kelompok ujian Saintek atau Soshum,
    2. Rp 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) untuk kelompok ujian Campuran.
  2. Biaya UTBK dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, BNI, atau BTN.
  3. Biaya yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apa pun.
  4. Calon peserta KIP Kuliah (KIP-K) yang dinyatakan lolos persyaratan tidak dipungut biaya.

Hasil UTBK pada tahun 2020 dapat dilihat secara serentak pada tanggal 12 Mei 2020 pukul 17.00 WIB

Jadwal UTBK 2020 sebagai berikut:

  1. Pendaftaran Akun LTMPT : 17 Februari – 05 April 2020
  2. Pendaftaran UTBK 2020 : 30 Maret – 11 April 2020
  3. Pelaksanaan UTBK : 20 – 26 April 2020  (Setiap hari terdapat 2 sesi, yaitu pagi dan siang sehingga total terdapat 14 sesi)
  4. Pengumuman Hasil UTBK: 12 Mei 2020 pukul 17.00 WIB.

USBN Diganti US Mulai 2020, Sekolah Bikin Soal Sendiri

Jakarta – Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengatakan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) diganti mulai 2020. Ketua BSNP Abdul Mu’ti mengatakan nantinya yang berlaku adalah ujian sekolah (US).

“(Tahun) 2020 ini tidak ada lagi USBN dan karena itu, maka BSNP tidak menerbitkan POS USBN dan yang berlaku nanti adalah ujian sekolah,” kata Abdul Mu’ti di kantor BSNP, Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020).

Lebih lanjut, anggota BSNP Suyanto juga menegaskan USBN sudah ditiadakan. Dia mengatakan seluruh sekolah harus membuat soal ujian masing-masing.

“USBN sudah tidak ada karena begitu saya upload di Facebook saya, banyak yang bertanya ‘apa gantinya?’. Karena itu tolong ikut sosialisasikan bahwa sekolah itu harus bikin sendiri-sendiri gitu ya, karena USBN itu sudah nggak ada dan di daerah masih nunggu-nunggu. Nunggu-nunggu barang yang sudah tidak ada,” kata Suyanto.

Selain itu, BSNP mengeluarkan POS UN baru yang tertuang dalam Peraturan BSNP Nomor 0053/P/BSNP/I/2020. Menurut Abdul, POS UN yang baru tidak begitu memiliki perubahan yang signifikan.

“Ya saya kira sebenarnya perubahan yang mendasar itu lebih banyak terkait dengan perubahan nomenklatur di Kemendikbud. Kalau secara substantif penyelenggaraan ujian 2020 ini dengan POS yang baru tidak ada perubahan yang sangat mendasar dengan sebelumnya,” jelas Abdul.

“Misalnya untuk moda ujian nasional tetap saja kita menggunakan seperti tahun sebelumnya UN berbasis komputer dan berbasis kertas dan pensil,” sambung Abdul.

Sumber: Detik.com

MENDIDIK ANAK TANGGUH

Materi ini disusun berawal dari keprihatinan terhadap permasalahan yang dialami rekan rekan dalam pernikahan mereka. Faktor yang melemahkan dalam sebuah pernikahan salah satunya adalah kurang tangguhnya individu dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

  • Ada suami yang tidak percaya diri untuk mencari nafkah
  • Ada suami yang mengandalkan istri dalam hal memenuhi kebutuhan finansial keluarga
  • Ada suami yang cepat tertekan dan sering menarik diri saat ada permasalahan
  • Ada istri yang terlalu banyak menyalahkan pasangan tanpa banyak usaha yang dilakukan
  • Ada suami istri yang masih belum lepas dari intervensi orangtua
  • Ada suami istri yang belum berani untuk hidup mandiri

Mencermati hal tersebut, merunut pada tahap perkembangan manusia, sebenarnya ketangguhan bermula dari sejak seseorang lahir terdunia.

Ikhtiar kita membangun ketangguhan, akan menjadi awal terbentuknya keluarga sakinah anak anak kita kelak. Lalu bagaimana langkah awal yang bisa kita lakukan agar anak kita tumbuh menjadi pribadi yang tangguh?

PONDASI KETANGGUHAN

  1. Percaya kepada orang di luar dirinya.

Seseorang yang senantiasa berpikir bahwa orang di luar dirinya merupakan sebuah ancaman, tidak bisa memberikan perhatian penuh pada solusi dari sebuah permasalahan. Saat bekerja misalnya, ia akan selalu gelisah/ khawatir akan penilaian atasan, selalu berpikir bahwa rekan kerja tidak mendukung dirinya. Pemikiran pemikiran seperti ini akan menguras energinya, hingga tugas utamanya dalam pekerjaan terbengkalai. Terkadang ada sosok yang sering kali berpindah pindah kerja, karena merasa tidak nyaman dengan lingkungan kerjanya. Ia kurang mampu beradaptasi pada lingkungan.

Percaya kepada orang di luar dirinya, akan mendorong untuk senantiasa berpikir positif, tidak mudah berburuk sangka pada orang lain. Buruk sangka sangat menguras energi dan mengalihkan perhatian dari permasalahan sebenarnya.

Rasa percaya kepada orang diluar dirinya, dibentuk di dua tahun pertama kehidupan anak. Erikson menamakan tahap ini sebagai tahap TRUS vs MISTRUST.

Pada tahap ini PENTING untuk RESPONSIF terhadap kebutuhan anak. Jika ia haus, segera disusui. Jika kedinginan segera di selimuti, Jika ingin main bersama, segera di temani. Tidak membiarkan anak menangis terlalu lama. Segera penuhi kebutuhannya

  • Mandiri

Mandiri adalah mampu menuntaskan tugasnya sendiri tanpa bantuan. Bayangkan jika sosok dewasa tidak mandiri. Tugas tugas yang penting dalam kehidupannya menjadi menggantung tidak tuntas. Terdapat suami yang gamang menjadi kepala rumah tangga karena tidak memiliki keberanian untuk menuntaskan tugasnya sebagai pemberi nafkah. Ada kecemasan ketika harus menunaikan tugas tersebut sendiri. Lebih tertekan dan mengharapkan bantuan.

Kemandirian ini terbangun dari sejak usia 2 tahun. Secara alami, anak cenderung ingin menuntaskan tugasnya sendiri tanpa bantuan, Cermati anak usia 2 tahun yang mulai ingin memakai celana sendiri, mulai ingin makan sendiri, mandi sendiri. Namun tidak semua anak mendapat kesempatan untuk mandiir. Begitu banyak orangtua yang memilih untuk MEMBANTU anak menuntaskan tugas yang sesungguhnya dia MAMPU.

Menurut Erikson , usia 2 – 4 tahun adalah masa Autinomy vs Shame and Doubt, Masa ini merupakan masa yang penting untuk membangun kemandirian anak. Berikan tugas sesuai kemampuan mereka.

  • Tanggung Jawab

Saat perkembangan intelektual anak mulai berkembang, dan memahami sebab akibat. Kita bisa mulai mengenalkan pada konsep tanggungjawab melalui aktivitas sehari hari. Mencuci piring setelah makan, merapikan tempat tidur, membersihkan lingkungan sekitar setelah bermain, dan lain sebagainya.

Tanggungjawab juga diperoleh dari penegakan aturan dan konsekuensi dari kesalahan yang dilakukan. Rancanglah aturan dan konsekuensi yang wajar sesuai usia. Aturan dan konsekuensi tidak perlu berat, namun yang terpenting adalah kita tega menegakkannya karena anak mampu untuk melaluinya.

  • Daya juang

Tidak semua orang memiliki dorongan untuk berusaha mencapai harapan, dan target hidupnya. Ada sosok yang cepat menyerah, atau bahkan belum melangkah sudah memutuskan untuk berhenti. Daya juang bisa dibangun sejak dini. Biasakan anak untuk melalui PROSES, dan menikmatinya.

PROSES bisa dihayati anak dari hal hal sederhana. Dimulai dari mengenal kebutuhan yang ia rasakan. Misalnya anak merasa haus, lalu ia berusaha untuk mengambil minum. Anak merasa lapar, lalu menyiapkan diri untuk makan, dan makan sendiri. Bandingkan dengan anak yang lapar, malah rewel ngga karuan, kemudian disuapi oleh orangtuanya. Ia bisa terpenuhi kebutuhannya. Bahkan tanpa menyadari kebutuhan tersebut, dan tanpa usaha sama sekali untuk memenuhinya.

Membentuk daya juang ini bisa dimulai ketika kemampuan motorik atau kemampuan mengendalikan diri sudah berkembang, yaitu sejak 2 tahun.

  • Berani mengambil keputusan.

Ada tipe orang yang peragu dalam mengambil keputusan, ada yang terlalu berani dalam mengambil keputusan, ada juga yang “safety player” dalam mengambil keputusan. Pada dasarnya seorang pengambil keputusan harus berani mengambil resiko.

Dari sejak kapan anak bisa dibentuk untuk menjadi sosok yang berani mengambil resiko, namun juga terukur? Jawabannya adalah sejak usia 4 tahun. Beri kesempatan anak untuk memilih. Erikson menyebut masa ini sebagai Masa Initiative vs Guilt. Saatnya anak dibimbing agar memiliki insiatif. Beri kesempatan untuk memutuskan hal sederhana, seperti memilih pakaian yang ingin dipakai, memilih makanan yang ingin di makan, memilih buku yang ingin dibaca, dll. Jangan mengasuh anak, bagaikan mereka robot yang setiap langkah mereka hanya berdasarkan perintah kita.

Bagaimana agar Ia mampu mengukur resiko, sehingga berani mengambil resiko namun juga masih terukur dengan baik. Hal ini berkaitan dengan jiwa tanggungjawab.

  • Percaya diri

Terdapat sosok yang pintar secara akademik, namun tidak produktif, karena ia tidak percaya diri. Kelebihan kelebihan yang dimiliki menjadi tidak muncul. Ia sibuk berkutat dengan kekurangannya.

Setelah di masa 2 – 4 tahun anak membangun pondasi  kemandirian, dan di usia 4 -6 tahun anak membangun pondasi  insiatif, maka di usia 6 – 12 tahun adalah masa anak memantapkan pondasi tersebut menjadi sosok yang percaya diri.

Usia 6 – 12 tahun, adalah usia sekolah. Pastikan anak mendapat tugas yang ia mampu untuk tuntaskan. Pastikan anak mampu menuntaskan tugas tugasnya. Keberhasilan anak di masa ini akan ,mendukung pada terbentuknya rasa percaya diri. Karenanya jangan abaikan ketika anak mengalami kesulitan, baik akademik maupun sosial.

Rasa percaya diri juga terhayati dari bagaimana ia menilai dirinya. Apakah ia adalah sosok yang memiliki banyak kelebihan dan sedikit kekurangan atau sebaliknya.

Anak bisa mengetahui kelebihannya melalui pengalaman dirinya atau umpan balik dari orang lain, terutama orang yang signifikan bagi dirinya seperti orangtua dan guru. Karenanya penting untuk memastikan apakah anak kita memperoleh cukup apresiasi akan keberhasilan/ kebaikan dan usahakan minimalkan kritik tajam atas kesalahan mereka

Demikian enam pondasi yang perlu dibangun agar anak tangguh. Semoga bermanfaat. Silakan di share, sekiranya bermanfaat

Profil Penulis

Nama                    : Lita Edia Harti, S.Psi

Pendidikan         : S1 Psikologi UNPAD

Pekerjaan           : Direktur Sekolah Amal Mulia Insani Depok Owner Pernik Sakinah

Domisili               : Depok