Soal UN Dinilai Lebih Mudah Dibanding Try Out

PDFPrintE-mail

Thursday, 19 April 2012 14:27

Kompas.com -Soal-soal ujian nasional tahun 2012 dinilai para siswa tidak sesulit yang dibayangkan. Bahkan, sejumlah siswa SMA di Kota Semarang mengakui bahwa soal-soal dalam Ujian Nasional (UN) 2012 lebih mudah dibandingkan dengan soal uji coba (try out) UN.

"Kalau saya melihat sepertinya lebih mudah soal UN ini dibanding soal ’try out’," kata seorang siswi SMA Negeri 1 Semarang Arum Nur Hidayah di Semarang, Kamis.

Ditemui usai pelaksanaan UN hari terakhir (19/4) itu, ia mengaku lega karena UN sudah selesai, dan hampir seluruh mata ujian dinilainya relatif mudah, meski mata ujian Bahasa Inggris sedikit kesulitan.

Arum yang siswi kelas XII IPA 6 itu mengatakan, materi Bahasa Inggris yang dianggapnya sulit pada soal cerita dan uji mendengarkan, namun secara umum memang lebih susah soal Bahasa Inggris yang diujikan pada "try out".

Adam Fajari, siswa kelas XII IPA 6 SMA Negeri 1 Semarang pada kesempatan terpisah juga mengakui bahwa bobot soal UN memang lebih mudah dibandingkan dengan soal-soal "try out" sehingga tidak terlalu kesulitan saat mengerjakannya.

"Kalau dibanding soal ’try out’, soal UN memang lebih mudah. Dari semua pelajaran, menurut saya Fisika yang paling susah. Kalau Bahasa Inggris relatif mudah, tidak tahu dengan teman-teman lain," katanya.

Senada dengan itu, sejumlah siswa SMA Negeri 13 Semarang juga mengaku tidak kesulitan dalam mengerjakan soal-soal UN.

Seorang siswi kelas XIII IPA 3 sekolah itu, Lelita Sakina Sari mengaku, optimistis bisa lulus. Ia mengaku bersyukur bahwa tingkat kesulitan soal-soal UN tidak jauh berbeda dengan soal saat "try out" sehingga lebih siap dan optimistis, mengingat hampir semua materi yang dipelajarinya keluar dalam soal UN.

Kepala SMA Negeri 1 Semarang Bambang Nianto Mulyo mengatakan, pelaksanaan UN pada 2012 relatif lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena tidak ditemukan kendala-kendala dalam pelaksanaannya.

"Untuk bobot soal, anak-anak memang mengakui kalau soal UN ini tingkat kesulitannya memang lebih mudah dibanding soal ’try out’ yang diadakan lima kali, sebagai persiapan siswa dalam menghadapi UN," katanya.

Bambang yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Kota Semarang itu mengakui, pihaknya sebagai salah satu penyelenggara "try out" memang membuat soal dengan tingkat kesulitan lebih di atas kisi-kisi soal UN.

"Ya kami sesuaikan soal ’try out’ dengan kisi-kisi soal UN, namun bobotnya memang kami buat lebih sulit. Dengan bobot soal pada ’try out’ yang lebih sulit, kami harap siswa lebih siap menghadapi UN," kata Bambang.

 

100 Daftar Universitas Terbaik di Asia Tenggara

PDFPrintE-mail

Thursday, 19 April 2012 14:22

100 Daftar Universitas Terbaik di Asia TenggaraBerita Terbaru, Pada akhir Januari 2011 lalu, telah dicatat sebanyak 100 universitas terbaik di seluruh wilayah Asia Tenggara oleh Webometrics. Webometrics adalah sebuah lembaga afiliasi dengan Dewan Riset Nasional Spanyol. Penilaian peringkat diukur dalam empat indikator, yaitu size (jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain perguruan tinggi), visibility (jumlah halaman lain yang mencantumkan alamat domain perguruan tinggi yang dinilai), rich files (relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi perguruan tinggi tersebut), dan scholar (jumlah publikasi dan sitasi bermutu pada domain perguruan tinggi).

Dalam urutan daftar tersebut, sebanyak 29 perguruan tinggi di Indonesia telah masuk dalam 100 daftar itu. Apa saja? Salah satunya adalah Universitas Gadjah Mada yang berada di Yogyakarta. Universitas tersebut berhasil menduduki peringkat ke-8 dari 100 peringkat universitas lainnya. Lainnya adalah Univeritas Indonesia (UI) yang menempati peringkat ke-8, kemudian Univestitas Airlangga pada peringkat ke-22 dan disusul Universitas Diponegoro pada peringkat ke-23.

Data yang dikumpulkan diolah dan digunakan untuk memeringkat lebih kurang 12.000 perguruan tinggi dari seluruh dunia.

Berikut peringkat 100 besar Universitas di Asia Tenggara:
1. National University of Singapore
2. Prince of Songkla University
3. Chulalongkorn University
4. Kasetsart University
5. Nanyang Technological University
6. Mahidol University
7. Universitas Gadjah Mada
8. University of Indonesia
9. Chiang Mai University
10. Universiti Sains Malaysia
11. Thammasat University
12. Universiti Teknologi Malaysia
13. Universiti Kebangsaan Malaysia
14. Khon Kaen University
15. Institute of Technology Bandung
16. Universiti Putra Malaysia
17. University of Malaya
18. King Mongkut´s University of Technology Thonburi
19. Suranaree University of Technology
20. University of the Philippines Diliman
21. Universiti Malaysia Perlis
22. Airlangga University
23. Diponegoro University
24. Petra Christian University
25. Gunadarma University
26. Andalas University
27. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
28. Universitas Negeri Malang
29. Srinakharinwirot University
30. Universitas Sriwijaya
31. University of the Thai
32. Universitas Muhammadiyah Surakarta
33. Universitas Sumatera Utara
34. Burapha University
35. Asian Institute of Technology Thailand
36. Naresuan University
37. Multimedia University
38. Universiti Teknologi Mara
39. Silpakorn University
40. Assumption University of Thailand
41. Bogor Agricultural University
42. Universitas Islam Indonesia
43. Universitas Sebelas Maret,
44. Mahasarakham University
45. Singapore Management University,
46. King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang
47. National Institute of Education
48. Universiti Malaysia Pahang
49. Unikom
50. National Institute of Development Administration
51. Universitas Muhammadiyah Malang
52. Sripatum University
53. Ho Chi Minh City University of Technology
54. International Islamic University of Malaysia
55. Universiti Utara Malaysia
56. Ramkhamhaeng University
57. King Mongkut’s University of Technology North Bangkok
58. Can Tho University
59. Nong Lam University
60. De la Salle University Manila
61. Ubonratchathani University
62. An Giang University
63. Yogyakarta State University
64. Universiti Tenaga Nasional
65. Universiti Tun Hussein Onn Malaysia
66. Walailak University
67. Universiti Malaysia Sabah
68. Rajamangala University of Technology Lanna
69. Indonesia University of Education
70. Universitas Padjadjaran
71. Bangkok University
72. Rajamangala University of Technology Phra Nakhon
73. Maejo University
75. Open University Malaysia
75. University of Nottingham Malaysia
76. Universiti Teknologi Petronas
77. Universitas Mercu Buana
78. Hanoi Agricultural University
79. Universiti Sains Islam Malaysia
80. University of the Philippines Los Baños
81. Hanoi University of Technology
82. Sukhothai Thammathirat Open University
83. Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya
84. Ateneo de Manila University
85. Vietnam National University
86. Universitas Lampung
87. Bina Nusantara University
88. Payap University
89. Rajabhat Institute Chandrakasem
90. Sakon Nakhon Rajabhat University
91. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
92. Rangsit University
93. Universitas Hasanuddin University
94. Ho Chi Minh City University of Economics
95. Universitas Negeri Semarang
96. Mahanakorn University of Technology
97. Mae Fah Luang University
98. Brawijaya University
99. Thaksin University
100.Rajamangala University of Technology Isan

 
 

Rp 580 Miliar Untuk Ujian Nasional

PDFPrintE-mail

Thursday, 19 April 2012 14:20

Rp 580 Miliar Untuk Ujian Nasional – Hari ini Senin 18 April 2011,pelaksanaan Ujian Nasional telah di mulai,sejumlah sekolah sudah terlihat hening selama menjalani proses ujian akhir tersebut.Sebagaimana mestinya,ujian akan diawasi oleh para petugas pengawas UN agar tidak terjadi kecurangan saat ujian berlangsung,selain itu beberapa Polisi juga berjaga-jaga tadi pagi agar kebocoran seperti yang terjadi pada Ujian Nasional sebelumnya tidak terulang kembali.

Menyangkut anggaran Ujian Nasional,Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh menjelaskan,Ujian Nasional tahun ini menghabiskan biaya sebesar Rp 580 Miliar.Itu tidak hanya untuk biaya kertas saja,Muhammad Nuh menuturkan bahwa dana tersebut sudah termasuk biaya mencetak soal,biaya pengawas,biaya koreksi dan kebutuhan lainnya.

Mendiknas Muhammad Nuh juga menjelaskan,dengan anggaran besar ini, setiap anak dibiayai Rp50 ribu.Hal ini pun sudah didiskusikan dengan anggota-anggota di anggaran atau Komisi X DPR.Dengan begitu,Nuh menambahkan,anggaran besar tersebut bisa dipertanggung jawabkan.

Mengenai Ujian Nasional sendiri Mendiknas berharap semua siswa mengerjakan soal dengan baik dan tidak berlaku curang sehingga bisa lulus. Sebab,konsekuensi curang dalam UN sangat berat.Ia menuturkan,jika terbukti melakukan kecurangan dalam mata pelajaran tersebut maka mata pelajaran itu digagalkan,dengan artian nilai akan hilang sebesar 60%.

 
 

Balita Diajarkan Calistung, Saat SD Potensi Terkena 'Mental Hectic'

PDFPrintE-mail

Sunday, 15 April 2012 15:17

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tak buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa anak akan terkena 'Mental Hectic'.

''Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu jangan bangga bagi Anda atau siapa saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis,'' ujar Sudjarwo, Direktur PAUD Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).

Oleh karena itu, kata Sudjarwo, pengajaran PAUD akan dikembalikan pada 'qitah'-nya. Kemendiknas mendorong orang tua untuk menjadi konsumen cerdas, terutama dengan memilih sekolah PAUD yang tidak mengajarkan calistung.

Saat ini banyak orang tua yang terjebak saat memilih sekolah PAUD. Orangtua menganggap sekolah PAUD yang biayanya mahal, fasilitas mewah, dan mengajarkan calistung merupakan sekolah yang baik. ''Padahal tidak begitu, apalagi orang tua memilih sekolah PAUD yang bisa mengajarkan calistung, itu keliru,''  jelas Sudjarwo.

Sekolah PAUD yang bagus justru sekolah yang memberikan kesempatan pada anak untuk bermain, tanpa membebaninya dengan beban akademik, termasuk calistung.  Dampak memberikan pelajaran calistung pada anak PAUD, menurut Sudjarwo, akan berbahaya bagi anak itu sendiri. ''Bahaya untuk konsumen pendidikan, yaitu anak, terutama dari sisi mental,'' cetusnya.

Memberikan pelajaran calistung pada anak, menurut Sudjarwo, dapat menghambat pertumbuhan kecerdasan mental. ''Jadi tidak main-main itu, ada namanya 'mental hectic', anak bisa menjadi pemberontak,'' tegas dia.

Kesalahan ini sering dilakukan oleh orang tua, yang seringkali bangga jika lulus TK anaknya sudah dapat calistung. Untuk itu, Sudjarwo mengatakan, Kemendiknas sedang gencar mensosialisasikan agar PAUD kembali pada fitrahnya. Sedangkan produk payung hukumnya sudah ada, yakni SK Mendiknas No 58/2009.

 
 

BELAJAR MANDIRI DARI SEEKOR BAYI KUPU-KUPU

PDFPrintE-mail

Last Updated on Sunday, 29 April 2012 14:05 Wednesday, 28 March 2012 03:34

Pada suatu cerita, ada seorang pemuda yang baik hati sedang berada di sebuah taman, sedang duduk santai di bawah sebuah pohon yang rindang. Tanpa sengaja matanya tertuju pada sebuah kepompong yang siap ‘mengeluarkan’ bayi kupu-kupu cantik. Diamatinya dengan seksama proses keluarnya sang bayi kupu-kupu tersebut. Menit demi menit dia tunggu dengan rasa penasaran, untuk menyaksikan betapa indahnya sayap bayi kupu-kupu tersebut, namun yang diharapkan tak kunjung keluar. Begitu sulit rupanya sang bayi kupu-kupu tersebut melepaskan diri dari kepompong yang dibuat sedemikian kuat untuk melindungi dirinya selama “pertapaannya” dari seekor ulat yang kelak menjelma menjadi kupu-kupu yang mampu terbang. Bayi kupu-kupu itu begitu kecil, rasanya tenaganya pun tak mampu melepaskan dirinya dari kepompong. Tergeraklah pemuda yang baik hati tersebut untuk membantu bayi kupu-kupu, ia tidak tega melihat perjuangan sang bayi yang tak kunjung membuahkan hasil.

Singkat cerita sang pemuda pulang ke rumahnya untuk membawa gunting, agar mampu menolong bayi kupu-kupu. Di guntinglah kepompong yang menjerat sang bayi dengan sangat hati-hati sekali. Akhirnya keluarlah bayi kupu-kupu tersebut. Pemuda itu sangat senang, melihat indahnya sayap bayi kupu-kupu tersebut. Ia letakkan di telapak tangannya, ia ingin melihat bayi kupu-kupu tersebut terbang bebas di taman yang begitu indah. Namun sekali lagi sang pemuda kecewa, bayi kupu-kupu tersebut tak mampu mengepakkan sayapnya. Sehingga tak mampu terbang. Sampai beberapa jam bayi kupu-kupu tersebut bertahan dan mencoba terbang, namun tak kunjung berhasil dan akhirnya kupu-kupu tersebut mati. Karena tak mampu beradaptasi dengan dunia barunya.

Selang beberapa waktu, akhirnya pemuda tersebut mengetahui bahwa dalam proses “perjuangan” seekor kupu-kupu yang ingin melepaskan diri dari kepompongnya. Bayi kupu-kupu mengeluarkan semacam cairan yang mengalir pada bagian sayap yang kelak menjadikan sayap itu berfungsi untuk terbang. Subhanallooh, Maha Besar Allooh yang telah mendisign segalanya dengan sangat sempurna. Namun apa yang terjadi dengan bayi kupu-kupu yang “ditolong” pemuda tersebut tempo hari… ? yup, benar bayi kupu-kupu tersebut tidak mengalami proses yang harusnya dia lalui, proses keluarnya dibantu, sehingga tidak alami. Bayi kupu-kupu tersebut tidak maksimal mengerahkan tenaganya untuk keluar, sehingga cairannya tak mampu keluar dari tubuhnya, yang seharusnya mampu mengalir ke bagian sayap sehingga bayi kupu-kupu tersebut dapat terbang.

Jika seandainya saya boleh menganalogikan, bayi kupu-kupu sebagai anak kita, dan pemuda yang baik hati adalah orang tua yang sangat mencintai anaknya. Apa yang terjadi… ? salah kah orang tua yang selalu memberikan kemudahan untuk anaknya… ? tidak ada yang salah ketika orang tua memberikan kemudahan untuk anak yang dicintainya, karena itu memang naluri yang diberikan Allooh untuk sayang terhadap anak. Namun, berapa lama orang tua mampu melindungi dan terus memberi kemudahan untuk anak yang dicintainya… ? Terbayang kah apa jadinya ketika orang tua sudah tidak ada, sedangkan anak yang selalu kita lindungi tidak mampu melindungi dirinya sendiri… ? Dia tak akan mampu beradaptasi, karena tidak ada lagi orang yang mampu melindunginya, dan dia sendiri pun tak tau apa yang harus dia lakukan. Karena dulu orang tuanya tak mengajarkan bagaimana caranya bertahan hidup.

Orang tua yang sayang kepada anaknya bukan berarti yang selalu mencukupi dan melindungi anaknya secara berlebih. Juga bukan orang tua yang membiarkan anaknya begitu saja tanpa di didik. Orang tua bijak adalah orang tua yang mampu memberikan dan menyiapkan bekal anak untuk dapat hidup MANDIRI di zamannya kelak. Memberi kasih sayang yang cukup sesuai porsinya.

Santi Nabila

 
 

Page 5 of 7

Cabang Bulevar

Jl. Bulevar Hijau Blok B8 No.48
Harapan Indah Bekasi Barat
888 66 058

Cabang Pondok Ungu

PUP Blok A1 No. 5
Bekasi Utara
888 2505

Cabang Taman Harapan

Ruko THB Blok B1 No. 33C
Bekasi Barat
8898 99 66