UN Jadi Syarat Masuk PTN

PDFPrintE-mail

Last Updated on Friday, 27 April 2012 01:55 Friday, 27 April 2012 01:52

Surabaya, Wartakotalive.com

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan ujian nasional (UN) pada tahun 2013 akan menjadi syarat masuk perguruan tinggi negeri (PTN) lewat seleksi jalur undangan.

"Tahun ini, pelaksanaan UN tingkat SMA tidak terbukti terjadi kebocoran, karena itu sistem yang ada akan kami pertahankan dan ditingkatkan hingga UN menjadi syarat masuk PTN pada tahun depan," katanya saat bersilaturahmi dengan wartawan di Surabaya, Sabtu (21/4) petang.

Ia menjelaskan integrasi UN dalam persyaratan masuk PTN itu akan diberlakukan untuk seleksi masuk PTN jalur undangan yang kini mencapai 60 persen.

"Nantinya, seleksi siswa SMA yang masuk ke PTN lewat jalur UN akan menggunakan UN, sedangkan jalur ujian tulis (SNMPTN tulis) yang mencapai 40 persen akan tetap memberlakukan seleksi melalui SNMPTN ujian tulis," katanya.

Tentang mekanisme penggunaan UN sebagai syarat masuk PTN lewat jalur undangan itu, mantan Rektor ITS Surabaya itu mengaku hal itu akan diatur kemudian terkait penggunaan UN dan rapor (hasil ujian sekolah) sebagai persyaratan.

"Yang jelas, UN akan menjadi faktor utama, karena pembuatan naskah soal UN, pengawasan UN, dan penilaian UN itulah yang melibatkan kalangan perguruan tinggi di dalamnya," katanya.

Menurut dia, mekanisme atau sistem penyelenggaraan UN yang akan dipertahankan dan bahkan ditingkatkan karena sudah terbukti tidak mengalami kebocoran, antara lain percetakan yang terpusat dengan "security printing".

"Variasi soal dalam satu ruangan yang terdiri dari lima tipe mungkin akan ditingkatkan lebih dari lima dan bahkan mungkin bisa 10 tipe, sehingga tingkat kecurangan dipersempit. Kalau sekarang masih lima tipe soal karena terkait anggaran percetakan saja, sebab lima tipe naskah soal saja sudah senilai Rp 600 miliar atau Rp 50.000 per anak," katanya seperti dikutip Antara.

 

Lulusan PT Jangan Andalkan Cari Kerja

PDFPrintE-mail

Last Updated on Friday, 27 April 2012 01:50 Friday, 27 April 2012 01:48

Semarang, Wartakotalive.com

Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan para lulusan perguruan tinggi jangan hanya mengandalkan mencari kerja, namun harus bisa kreatif menciptakan lapangan kerja.

"Kalau hanya mengandalkan jadi pegawai, apalagi di instansi pemerintah tentu kuotanya tidak akan mencukupi," katanya, usai upacara wisuda I/2012 Unnes untuk program magister, sarjana, dan diploma di Semarang, Selasa (24/4), seperti dikutip Antara.

Ia mencontohkan, jumlah lulusan Unnes pada wisuda kali ini yang mencapai 1.861 orang, jika semuanya mengandalkan untuk mencari kerja tentunya peluang kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah lulusan sebanyak itu.

Lapangan kerja yang tersedia memang tidak akan menampung lulusan, kata dia, diharapkan para lulusan itu bukan menjadi barisan baru pengangguran terdidik dan bukan pula menjadi sumber masalah baru bagi negara ini.

Untuk menyiapkan lulusan, ia mengatakan, Unnes telah melakukan berbagai upaya, seperti pelatihan kewirausahaan melalui unit-unit kegiatan mahasiswa (UKM), agar mereka siap dalam menghadapi ketatnya persaingan di dunia kerja.

Ia menjelaskan, para lulusan hendaknya mampu berpikir kreatif dan tidak hanya menggantungkan mencari kerja, namun diharapkan bisa berwirausaha dan membuka lapangan kerja baru yang bisa membantu lulusan yang belum bekerja.

Menurut dia, para lulusan juga harus mampu membangun jaringan dengan berbagai pihak, karena relasi atau jaringan yang luas tentu akan memudahkan dalam mendapatkan informasi dan peluang dalam membuka usaha secara mandiri.

Pada kesempatan itu, Rektor juga menawarkan pada para lulusan Unnes, sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) kesempatan mengikuti program Sarjana Mendidik di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (SM-3T).

"Pada program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia, Unnes dipercaya Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud untuk merekrut, mempersiapkan, dan memberangkatkan peserta SM-3T ke Aceh dan Papua untuk mengajar," katanya.

Pada wisuda I/2012 itu, Unnes meluluskan sebanyak 1.861 wisudawan, terdiri atas 52 ahli madya (diploma tiga), lulusan sarjana sebanyak 1.673 orang, 124 lulusan program magister (S2), dan program doktor sebanyak 12 orang.

 
 

Pendidikan Karakteristik di Sekolah

PDFPrintE-mail

Last Updated on Friday, 27 April 2012 01:48 Friday, 27 April 2012 01:46

Senin, 10 Oktober 2011

Persoalan yang tetap aktual dibicarakan dalam dunia pendidikan di Indonesia hingga saat ini adalah dikotomi dan dualisme pendidikan. Hal ini disebabkan masalah tersebut masih tetapsaja terjadi, meskipun sudah cukup banyak pembahasan atau bahkan sudah ada tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya Sebagian orang menyamakan maksud dari dikotomi dan dualisme tersebut, karena mereka melihat pada aspek kemenduannya. Tetapi, sesungguhnya ada hal prinsip yang membedakannya, jika dikotomi itu biasanya berkaitan dengan isi atau konten materi, sedangkan dualisme lebih ditujukan pada sistem pengelolaannya.

Wujud dari dikotomi pendidikan itu adalah terjadinya pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum di sekolah/madrasah. Sedangkan wujud dari dualisme itu lebih ditekankan pada pengelolanya, seperti pengelolaan pendidikan di Indonesia ini yang berada di bawah dua kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama.Secara teknis operasionalnya,Kementerian Pendidikan Nasional itu membawahi lembaga pendidikan, mulai TK, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi Umum. Sementara Kementerian Agama mengurusi lembaga pendidikan RA, MI, MTs, MA, hingga Perguruan Tinggi Agama Islam.

Kondisi yang serba mendua dalam pendidikan di Indonesia itu telah berlangsung sejak lama, dan ada yang mengatakannya sebagai warisan dari zaman kolonial Belanda Uniknya, warisan pahit yang sudah mentradisi di dalam dunia pendidikan Indonesia seperti itu, tetap saja dipertahankan hingga saat ini, bahkan telah memiliki legalitas yang kuat. Buktinya, kedua lembaga penyelenggara pendidikan tersebut secara legal diakui sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Ini berarti bahwa sangat mungkin persoalan dikotomi dan dualisme itu akan abadi dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Pada tataran ini, dikotomi dan dualisme bukan lagi persoalan biasa, tapi sudah menjadi sebuah ancaman besar yang selalu berakhir pada kegagalan dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

Dikotomi dan dualisme merupakan dua penyakit yang sedang diderita oleh pendidikan di Indonesia. Saat ini, penyakit tersebut tampaknya lebih serius, kronis, dan sudah komplikasi sehingga dibutuhkan penanganan segera dan serius. Gejala menurunnya kekebalan tubuh pendidikan saat ini sangat tampak jelas, dimana tawuran pelajar dan mahasiswa sudah menjadi topik populer dalam berita, tindakan kriminal, narkoba, korupsi, kolusi, rendahnya mutu pendidikan, besarnya jumlah kemiskinan dan kebodohan, serta sederet label keterpurukan menjadi petunjuk gagalnya pendidikan yang telah dilaksanakan selama ini.

Untuk itu, pendidikan harus dibenahi secara keseluruhan, mulai dari kebijakan, sistem yang diberlakukan, kurikulum, pendidik dan anak didik, sarana dan prasarana, serta seluruh komponen yang terkait dengannya. Khusus untuk persoalan dikotomi dan dualisme, tampaknya solusi yang dapat digunakan saat ini adalah islamisasi pengetahuan dan integralisasi sistem pendidikan. Melalui cara tersebut, rasanya akan akan perubahan positif dalam pendidikan Indonesia di masa mendatang.

Untuk memutuskan mata rantai kegagalan pendidikan di maksud, harus dilakukan pembahasan secara kontinyu dan fokus hingga menemukan “cara bijak” untuk mengatasinya. Buku ini dimaksudkan untuk turut andil dalam usaha tersebut, semoga bermanfaat. (rul)

Judul: Pendidikan Karakteristik di Sekolah
Penulis : Adnan, S.Ag, M.S.I
Penerbit: Sedaun Publishing
Hal: ix+146
ISBN: 9786028236607
Terbit: September 2011

 
 

SNMPTN 2012

PDFPrintE-mail

Last Updated on Friday, 27 April 2012 01:02 Tuesday, 24 April 2012 01:24

 

1. LATAR BELAKANG

Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan merupakan salah satu jalur SNMPTN yang diharapkan mampu memprediksi keberhasilan calon mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu di perguruan tinggi. Ujian tertulis menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, tingkat kesulitan, dan daya pembeda yang memadai. Disamping itu, soal SNMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan umum yang diprediksi menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Bidang Studi Dasar, Tes Bidang Studi IPA, dan Tes Bidang Studi IPS. Ujian Keterampilan dilakukan untuk mengukur kemampuan dalam bidang ilmu Seni dan Keolahragaan.

2.    TUJUAN

  1. Menjaring calon mahasiswa yang diprediksi berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi.
  2. Memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu program studi di PTN
  3. Memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN lintas wilayah tanpa harus memperhatikan kesamaan lokasi antara calon peserta dan PTN yang dipilih.

 

3.    KETENTUAN UMUM DAN PERSYARATAN

3.1     Ketentuan Umum

Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan adalah mekanisme seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui ujian tertulis dan keterampilan yang dilakukan serentak secara nasional. Lokasi pelaksanaan SNMPTN dibagi menjadi 4 (empat) wilayah. Penjelasan tentang pembagian wilayah dapat dilihat dalam Panduan Peserta yang dapat diakses melalui laman http://www.snmptn.ac.id.

3.2   Persyaratan

3.2.1.    Pendaftaran

  1. Lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2010, 2011, dan 2012. Lulusan tahun 2010 dan 2011 memiliki ijazah SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara dan lulusan tahun 2012 sekurang-kurangnya telah memiliki Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dari Kepala Sekolah yang dilengkapi dengan pasfoto terbaru yang bersangkutan dan dibubuhi cap sekolah.
  2. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi.
  3. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.

3.3.2.   Penerimaan

Lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, lulus seleksi Jalur Ujian Tertulis SNMPTN 2012, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.

 

4.    PENDAFTARAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN

  1. Pendaftaran dilakukan secara online dan tata cara pendaftaran secara lengkap dapat dilihat pada laman http://ujian.snmptn.ac.id.
  2. atacara pengisian borang pendaftaran ujian tertulis dan keterampilan dapat diunduh (download) dari laman http://download.snmptn.ac.id mulai tanggal 30 April 2012.
  3. Pendaftaran online dimulai dari tanggal 10 Mei 2012 pukul 08.00 WIB s.d 31 Mei 2012 pukul 22.00 WIB.

 

5.    JENIS UJIAN

5.1.   Ujian Tertulis

Ujian Tertulis terdiri dari:

a. Tes Potensi Akademik (TPA)

b. Tes Bidang Studi (TBS) Prediktif:

i. Tes Bidang Studi Dasar terdiri atas mata ujian Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

ii. Tes Bidang Studi IPA terdiri atas mata ujian Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.

iii. Tes Bidang Studi IPS terdiri atas mata ujian Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

5.2.   Ujian Keterampilan:

Ujian Ketrampilan diperuntukkan bagi peminat:

1. Program Studi bidang Ilmu Seni

2. Program Studi bidang Ilmu Keolahragaan

 

6.   PENYELENGGARAAN UJIAN KETERAMPILAN UNTUK PROGRAM STUDI BIDANG ILMU SENI DAN BIDANG ILMU KEOLAHRAGAAN

Peserta ujian yang memilih program studi bidang Ilmu Seni dan/atau Ilmu Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan yang dilaksanakan pada tanggal 14 dan/atau 15 Juni 2012. Peserta Ujian dapat mengikuti Ujian Keterampilan di PTN yang memiliki program studi yang dipilih. Daftar PTN yang memiliki program studi penyelenggara ujian keterampilan secara lengkap dapat dilihat di laman http://www.snmptn.ac.id.



7.    JADWAL UJIAN

7.1.    Ujian Tertulis

Selasa, 12 Juni 2012    :    Tes Potensi Akademik dan Tes Bidang Studi Dasar

Rabu,   13 Juni 2012    :    Tes Bidang Studi IPA dan Tes Bidang Studi IPS

7.2.    Ujian Keterampilan

Ujian Keterampilan dilaksanakan pada tanggal 14 dan/atau 15 Juni 2012.


8.    PENILAIAN HASIL UJIAN

Penilaian hasil ujian menggunakan ketentuan sebagai berikut:

Jawaban BENAR    :    + 4

Jawaban SALAH    :    -  1

tidak Menjawab     :      0

Penilaian dilakukan secara menyeluruh. Oleh karena itu, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan.



9.    KELOMPOK UJIAN

Kelompok ujian tertulis SNMPTN terbagi menjadi 3 (tiga):

a. Kelompok Ujian IPA

b. Kelompok Ujian IPS

c.    Kelompok Ujian IPC

Setiap peserta dapat mengikuti kelompok ujian IPA, IPS, atau IPC tidak harus sesuai dengan jurusan SMA/MA/SMK/MAK yang bersangkutan.


10.     KELOMPOK PROGRAM STUDI DAN JUMLAH PILIHAN

  1. Program Studi yang ada di PTN dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Program Studi kelompok IPA dan IPS.
  2. Setiap peserta kelompok ujian IPA atau IPS dapat memilih maksimal 2 (dua) program studi sesuai dengan kelompok ujian yang diikuti.
  3. Setiap peserta kelompok ujian IPC dapat memilih maksimal 3 (tiga) program studi dengan catatan minimal satu program studi kelompok IPA dan satu program studi kelompok IPS.
  4. Urutan dalam pemilihan program studi menyatakan prioritas pilihan.
  5. Peserta ujian yang memilih hanya 1 (satu) program studi, pilihan program studi dapat dari PTN di Wilayah mana saja.
  6. Peserta ujian yang memilih 2 (dua) program studi atau lebih, salah satu pilihan program studi tersebut harus dari PTN yang berada dalam satu Wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan program studi yang lain dapat dari PTN di luar Wilayahnya.
  7. Daftar program studi, daya tampung tahun 2012, dan jumlah peminat tahun 2011 dapat dilihat di laman http://www.snmptn.ac.id.

11.     BIAYA SELEKSI UJIAN TERTULIS DAN KETERAMPILAN

Biaya seleksi Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan adalah :

  1. Rp.150.000,00 (Seratus lima puluh ribu rupiah) per peserta untuk kelompok IPA atau kelompok IPS.
  2. Rp.175.000,00 (Seratus tujuh puluh lima ribu rupiah) per peserta untuk kelompok IPC (IPA dan IPS).
  3. Rp.150.000,00 (Seratus lima puluh ribu rupiah) per peserta per ujian keterampilan bagi yang memilih program studi yang mempersyaratkan Jalur Ujian Keterampilan.
  4. Biaya ujian dibayarkan ke Bank Mandiri.
  5. Biaya yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.

12.     PENGUMUMAN HASIL UJIAN

Hasil ujian akan diumumkan pada hari Sabtu, 7 Juli 2012 mulai pukul 19.00 WIB dan dapat diakses di laman http://www.snmptn.ac.id.


13.   PESERTA PELAMAR BIDIKMISI

  1. Calon peserta Bidikmisi terlebih dahulu mempelajari prosedur pendaftaran Bidikmisi melalui laman http://bidikmisi.dikti.go.id.
  2. Calon peserta Bidikmisi terlebih dahulu harus mendaftar ke laman http://bidikmisi.dikti.go.id.
  3. Calon peserta Bidikmisi yang dinyatakan memenuhi persyaratan oleh Ditjen Dikti akan memperoleh KAP dan PIN untuk mendaftar SNMPTN Jalur Ujian Tertulis melalui laman http://ujian.snmptn.ac.id, tanpa harus membayar biaya ujian.
  4. Calon peserta Bidikmisi yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan seleksi Jalur Undangan atau dinyatakan tidak diterima melalui seleksi Jalur Undangan, maka KAP dan PIN dapat digunakan kembali untuk mendaftar SNMPTN Jalur Ujian Tertulis tanpa harus membayar biaya ujian.
  5. Apabila calon peserta Bidikmisi telah dinyatakan lulus melalui seleksi Jalur Undangan dan berkeinginan untuk mendaftar SNMPTN Jalur Ujian Tertulis, maka PIN yang telah diperoleh dinyatakan tidak berlaku dan yang bersangkutan harus membayar biaya ujian dengan menggunakan KAP yang telah diperoleh sebelumnya.

14.    LAMAN  RESMI DAN ALAMAT PANITIA PELAKSANA

  1. Informasi resmi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui laman resmi http://www.snmptn.ac.id.
  2. Informasi resmi lainnya juga dapat diperoleh melalui Twitter SNMPTN: @2012snmptn, Facebook (http://www.facebook.com/groups/snmptn), http://halo.snmptn.ac.id, dan call center: 08041450450
  3. Alamat Panitia SNMPTN 2012: Direktorat Pendidikan, Gedung Rektorat ITB lantai 4, Jl. Tamansari No.64 Bandung 40116. Telp/Fax. (022) 2530689, e-mail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

 

15.     LAIN-LAIN

Segala perubahan ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan SNMPTN 2012 akan diinformasikan melalui laman SNMPTN 2012 dan menjadi bagian dari Prosedur Operasional Baku (POB) SNMPTN 2012.

 
 

Soal UN Tahun Depan Akan Semakin Sulit

PDFPrintE-mail

Thursday, 19 April 2012 14:34

JAKARTA, KOMPAS.com- Tingkat kesulitan soal-soal dalam ujian nasional akan dinaikkan tahun depan. Selain itu, untuk semakin memperkecil kecurangan atau kebocoran soal maka keragaman jenis soal pun akan ditambah. Pada tahun ini pemerintah membuat lima variasi soal dan tahun depan akan dibuat 10 variasi soal.

Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh seusai meninjau persiapan dan pelaksanaan ujian nasional (UN) di SMA Negeri 13, Sekolah Luar Biasa Negeri 4, dan SMA Al-Jihad, Senin (16/4), di Jakarta Utara.

"Variasi nilai makin banyak sehingga probabilitas ketemu akan sulit. Jadi, dalam satu kelas hanya akan ada dua siswa yang soalnya sama," kata Nuh.

Tingkat kesulitan siswa, lanjut Nuh, dinaikkan untuk meningkatkan kualitas nilai dan hasil perolehan nilai siswa. Meski demikian nilai rata-rata akan tetap dipatok 5,5. Nilai 4 pada salah satu mata pelajaran yang di-UN-kan juga masih dinyatakan lulus.

"Soal UN se-Indonesia akan tetap sama tingkat kesulitannya. Nilai 4 masih kita gunakan untuk mengakomodasi kemampuan daerah-daerah lain," kata Nuh.

Untuk meningkatkan kualitas soal, Nuh mengingatkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud untuk memperbanyak soal dan variasinya yang ada di dalam Bank Soal.

Ketua BSNP Moehammad Amman Wirakartakusumah menambahkan, komposisi soal UN tahun ini 10 persen kategori soal sulit, soal kategori sedang (60 persen), dan soal kategori mudah (30 persen).

"Kualitas soal meningkat dari tahun ke tahun untuk menaikkan nilai tukar prestasi siswa. Apalagi nanti hasil UN akan menjadi paspor ke perguruan tinggi," kata Nuh.

 
 

Page 4 of 7

Cabang Bulevar

Jl. Bulevar Hijau Blok B8 No.48
Harapan Indah Bekasi Barat
888 66 058

Cabang Pondok Ungu

PUP Blok A1 No. 5
Bekasi Utara
888 2505

Cabang Taman Harapan

Ruko THB Blok B1 No. 33C
Bekasi Barat
8898 99 66