Nilai Kebersamaan

PDFPrintE-mail

alt

Karena manusia lahir sebagai makhluk individual yang juga makhluk social. Ini disebabkan bahwa sebagai individu, manusia tidak lepas keberadaannya dalam suatu lingkungan social. Bahkan manusia selalu berada dalam lebih dari satu lingkungan social, misalnya lingkungan disekitar rumah, sekolah, dan lain sebagainya. Dalam interaksinya dengan lingkungan inilah, manusia mengemban harapan-harapan social yang ditujukan pada dirinya, dan harus dipenuhi olehnya, bilamana ia ingin diterima dalam lingkungan social tersebut. Harapan-harapan ini kemudian disebut sebagai nilai-nilai moral yang harus dimiliki manusia sebagai konsekuensinya menjadi makhluk social.

1. Empati

Empati adalah kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain. Untuk mengerti dan merasakan pemikiran serta perasaan orang lain. Para ahli mengatakan bahwa dengan empati, anak dapat menghindarkan diri dari perbuatan keji karena paham efek negative yang ditimbulkan dari perbuatan tidak bermoral tersebut. Anak yang memiliki empati yang baik akan mempunyai kemampuan tenggang rasa terhadap orang lain dan peka terhadap situasi orang lain.11

Empati merupakan bawaan dari lahir, namun, tidak akan berkembang jika tidak diberi kesempatan berkembang dalam kehidupan seorang anak selanjutnya. Perkembangan empati dimulai ketika seorang anak berusia sekita 4 tahun, ketika anak mulai mampu melihat hubungan dalam suatu lingkungan social. Pada usia ini, anak juga mulai aktif terlibat dalam suatu lingkungan social, dan tidak lagi terlalu terpusat pada dirinya sendiri.

Tugas orang tua untuk melatih dan mengembangkan kemampuan empati anak. Orang tua dapat melakukannya dengan member contoh bagaimana anak dapat ber-empati pada orang lain, serta dengan menjelaskan efek dari empati. Diharapkan dengan teladan dan pengertian, maka anak dapat menghayati empati sehingga menjadi bagian dari perilakunya tanpa harus ada pengawasan.

2. Menghargai dan Menghormati Orang Lain

Menghargai dan menghormati orang lain berarti memperlakukan orang lain dengan baik dan manusiawi. Kedua sikap ini merupakan sikap yang harus dimiliki setiap individu bila ia ingin diterima di lingkungannya, sekaligus dihargai dan dihormati orang lain. Jadi, dapat dikatakan menghargai dan menghormati orang lain merupakan sikap wajib setiap manusia dalam kehidupannya.

Sikap menghormati dan menghargai orang lain tidak tumbuh begitu saja dalam diri seorang anak. Sikap ini muncul ketika anak sudah tumbuh besar dan sudah mulai dapat mengerti hal yang bersifat abstrak. Namun proses pembelajarannya dapat dimulai sejak dini, yaitu dengan member teladan pada anak, mengenai apa yang disebut dengan menghormati dan menghargai orang lain.

Seorang anak akan menghormati orang lain apabila ia merasa orang lain menghormati dirinya. Karena merasa dihormati orang lain, maka anak menumbuhkan rasa menghormati diri sendiri.

3. Kontrol Diri

Didalam kontrol diri terdapat ekspresi emosi. Ekspresi emosi termasuk pada keterampilan moral anak yang berhubungan dengan relasi anak dengan lingkungan sosialnya karena ekspresi emosi erat kaitannya dengan penerimaan lingkungan.12

Umumnya, ekspresi emosi yang menyulitkan anak dengan lingkungannya adalah ekspresi emosi negative seperti marah, kecewa, sedih, dan sebagainya. Jarang ada ekspresi emosi positif yang mengganggu lingkungan. Karena biasanya ketika merasa marah, sedih, kecewa, atau frustasi, anak melakukan hal-hal buruk yang tidak sesuai dengan moral social. Misalnya anak mengeluarkan kata-kata kasar, berlaku kasar, dan lain sebagainya.

Dengan tingkah laku yang buruk, anak tidak menunjukkan kemampuan untuk menghormati orang lain. Namun tingkah laku buruk itu tetap ia lakukan karena mampu meredakan emosinya. Karena itu, harus dicari cara lain yang berguna untuk mengekspresikan emosi anak namun tetap dapat diterima lingkungan. Artinya, anak harus dapat mangontrol emosinya seperti harapan lingkungannya, terutama ketika usia anak terus bertambah, namun tetap dapat mengekspresikan emosinya.

4. Keadilan

Adil adalah perasaan atau keyakinan yang memberikan motivasi untuk bersikap jujur, bertindak benar, dan berbagi dengan orang lain. Biasanya, anak yang memiliki perasaan adil menjadi peka terhadap unsur-unsur moral lainnya dan selalu membela yang benar.13

Untuk mengembangkan keadilan pada anak, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua dalam mengajarkan keadilan pada anaknya. Langkah-langkah ini kurang lebih sama dengan langkah-langkah pengembangan aspek moral lainnya, yaitu memberikan teladan dan bersikap adil pada anak.

 

Cabang Bulevar

Jl. Bulevar Hijau Blok B8 No.48
Harapan Indah Bekasi Barat
888 66 058

Cabang Pondok Ungu

PUP Blok A1 No. 5
Bekasi Utara
888 2505

Cabang Taman Harapan

Ruko THB Blok B1 No. 33C
Bekasi Barat
8898 99 66